Disbun dan Maspeni Siap Angkat Potensi Nilam Pasbar

0
61

Simpang Ampek, Pasamanfm – Untuk mengangkat potensi minyak nilam di pasar internasional, Dinas Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat berkerjasama dengan kelompok tani di Pasbar membentuk Asosiasi Masyarakat Peduli Nilam (Maspeni). Dalam Pembentukan kepengurusan periode 2014 hingga 2017 ini, terpilih sebagai ketua, Indones R. Mangkuto ,sekretaris Hendi dan bendahara Sarimah. Kepala dinas Perkebunan Pasbar, Alfitri Noven didampingi Kabid PH, M.Taher, mengatakan Asosiasi Maspeni ini diharapkan bisa lebih mengangkat tanaman Nilam Baik itu, budidaya Nilam maupun harga minyak nilam. “Kita berharap maspeni ,bisa nmenjadi wadah untuk memasarkan minyak Nilam Pasbar di kancah Perdagangan bebas nantinya ,”ujar Alfitri. Tidak hanya itu saja, Maspeni harus bias menjadi Pilot Project tanaman nilam di Pasbar. Sebagaimana kita ketahui ,sekarang ini, minyak Nilam Kabupaten Pasaman Barat lebih bagus kualitasnya bila kita bandingkan dengan minyak nilam lainnya di Indonesia. Seperti nilam Aceh dan lainya. Namun demikian kita tidak bisa lepas dari daerah Aceh dan Medan terang Alfitri. Sementara itu, kabid PHH Disbun Pasbar M Taher menambahkan , untuk data yang ada sekarang ini, bisa dibuktikan dari tahun ketahuan data tanam Nilam ini terus meningkatkan. Dari tahun 2012 ada 200 hektar ,2013 sebanyak 289 hektar dan tahun 2014 sekitar 300 hektar . Sedangkan untuk sekarang ini pemkab pasbar berencana akan menambahkan lagi sekitar 200 hektar lagi tanam nilam. Dikatakan M. Teher , dengan telah dibentuknya Maspeni .Pihaknya akan membuat semacam hak paten yang telah di setujui oleh kemenkum dan Ham berupa Hak kekayaan intelektual. Diantaranya membuat buku sejarah nilam kelembangan serta hasil uji labor PA minyak Nilam . Terpisah Ketua Asosiasi Maspeni Pasbar, Indones mengatakan akan komit untuk membesarkan maspeni di pasbar . Dan tentunya dalam waktu dekat ini pihaknya  akan mencari permasalahan tentang harga minyak nilam di pasbar. kenapa sering terjadi penurunan harga minyak nilam di pasbar. Sementara sama-sama kita ketahui minyak nilam ini sangat di butuhkan. Minyak nilam ini adalah produk export ke luar negeri untuk di jadikan pafrum”, kata Indones. Selain memperjuangkan harga minyak nilam. Maspeni juga kan berusaha untuk merobah kebiasaan para petani nilam di Pasbar yang selama ini kurang memperhatikan mutu dari minyak. Upaya ini bisa dilakukan dengan perobahan teknologi tentuknya minyak nilam pasbar bias bersaing di dunia. Menurut Emon, pengelolaan tanaman nilam tidak begitu sulit cukup menyediakan lahan yang sudah bersih. Lalu bibit nilam ditanam langsung dengan cara memotong-motong batang nilamnya. Bibit yang telah disemai ditanam dalam polibag terlebih dahulu. Sementara untuk panennya hanya membutuhkan waktu sekitar 7-8 bulan. Namun selama itu, perlu diberikan perawatan yang khusus, seperti penyiangan, pemupukan serta lainya. (Taufik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here