Tabligh Akbar Syaikh Abdurrazzak di Masjid Abu Darda’ Pekanbaru Dihadiri Ribuan Jamaah, Gubernur dan Walikota, Berikut Ringkasan Materi yang Disampaikan

0
60

Pekanbaru,- Ribuan jamaah memadati lokasi tabligh akbar berjudul “Ilmu Ghaib” bersama fadhiltusy Syaikh Prof DR Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr dengan penerjemah Ustadz Maududi Abdullah Lc di Masjid Jami’ Abu Ad-Darda’ Pekanbaru, Ahad (19/2/2017).

Dalam tabligh akbar ini, dihadiri Gubernur Riau Ir Arstadjuliandi Rachman MBA serta forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda), juga ada dalam rombongan gubernur, Plt Walikota Pekanbaru Edwar Sanger.

Sedikitnya sekitar belasan ribu jamaah hadir di masjid ini dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. Kegiatan dauroh bersama syeikh ini sebenarnya sudah berlangsung sejak Jumat dan berakhir Senin (20/2/2017) dengan berbagai jadwal serta tempat di Kota Pekanbaru.

Sebab, selain tabligh akbar terbuka untuk umum ini, kegiatan syaikh selama berkunjung ke Kota Pekanbaru juga mengisi dauroh bersama 400 lebih ustadz se Indonesia yang dipusatkan di Masjid Jami’ Abu ad Darda’ Pekanbaru.

Majid Abu Darda’ yang baru beroperasi belum sampai setahun ini, atau pada Ramadhan 1437 kemarin, ternyata dengan bantuan Allah Subahanahu wa Ta’ala, ditambah dengan kerja keras panitia, mampu menggelar acara selama 3 hari ini dengan baik, karena acara dauroh tidak hanya siang melainkan juga agendanya sampai malam.

Masjid ini dikenal masyarakat sebagai masjid tanpa kotak infak, memberikan layanan terbaik. Hal ini terbukti dari pengakuan jamaah yang merasa puas dengan pelayanan selama menuntut ilmu di masjid tersebut, saat kajian tabligh akbar bersama syaikh.

“Ruangnya full ac, layar dimana-mana, suaranya jernih, toilet dan tempat wudu’ sangat mudah ditemukan. Alhamdulillah ini nikmat dari Allah yang harus senantiasa kita syukuri. Meskipun saya membawa anak kecil, disediakan tempat khusus yang nyaman. Selama kajian, anak kami tidur dengan nyenyak dan kamipun bisa menyimak apa yang disampaikan syaikh tadi,” ujar salah seorang ibu bernama Sari, kepada datariau.com usai kajian.

Dengan menampung begitu ramai jamaah, kondisi masjid tetap bersih dan parkir tersusun dengan rapi, tidak ada kemacetan yang berarti dan tidak juga mengganggu arus lalu lintas, karena para panitia menurunkan tim divisi parkir yang sudah berpengalaman.

Kebersihan masjid juga tetap terjaga, ketersediaan air, meskipun ribuan jamaah yang silih berganti ke toilet dan ambil wudu, air tetap tersedia, demikian juga ruangan masjid full ac, dinikmati jamaah hingga kajian usai.

Karena kapasitas masjid berlantai dua ini hanya bisa menampung sekitar lima ribu jamaah, panitia juga menyediakan tenda ukuran besar di sisi depan dan kanan masjid. Kondisi di dalam tenda pun tidak kalah nyaman, disediakan kipas dan layar besar serta sound system terbaik, sehingga jamaah yang jauh-jauh datang dari daerah serta terlambat, tetap tidak kecewa, karena disediakan tempat di tenda.

“Kita juga gak bisa bayangkan, seperti apa panitia bekerja, semoga Allah Subahanahu wa Ta’ala membalas kebaikan panitia, bahkan kita tidak pernah tahu siapa yang mendanai kegiatan ini, semoga keikhlasan beliau tetap terjaga dan kami dipertemukan di syurga kelak seperti kita bertemu di kajian ini,” ujar Yanhendri, jamaah lainnya.

Berikut ringkasan materi yang disampaikan syaikh yang tercatat:

“Al-Qur’an diturunkan merupakan sesuatu yang agung, jika kita membaca, mentadabburi, maka kita akan selamat di dunia maupun di akhirat.

Ilmu ghaib, ini adalah pembahasan yang penting. Pembicaraan hal ghaib berdasar kitabullah. Dengan iman kepada hal ghaib ini akan menimbulkan keikhlasan di hati manusia dan menjauhkan kita dari kebathilan serta kesesatan dari perkara ghaib.

Tentang hal ghaib ini, banyak disampaikan Allah dalam Al-Qur’an diantaranya dalam surat ar-Ra’du : 9, surat al-Hasyr : 22, surat Saba’ : 2-3, surat Luqman : 34, dan beberapa ayat lagi yang semua ayat tersebut menyebutkan hanya Allah saja yang mengetahui hal yang ghaib tersebut.

Jika kita memperhatikan ayat-ayat tersebut, sangat terlarang bagi kita bahkan haram hukumnya jika kita mengqiyaskan sesuatu yang khusus bagi Allah dengan sesuatu yang lain. Allah Subahanahu wa ta’ala berfirman, artinya : …Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. (Q.S. Asy-Syuuraa : 11).

Mengenai hal ghaib ini, hanya Allah saja yang mengetahui, dan hal ini sangat banyak dijelaskan dalam Al Qur’an. Hendaknya kita menanamkan dalam hati berupa aqidah yang shahih, bahwa tidak ada satu pun yang mengetahui hal ghaib kecuali hanya Allah saja.

Memang ada diantara hamba Allah yang diberi tahu perihal ghaib, yakni mereka yang istimewa dan memilki kedudukan yang mulia di sisi Allah seperti para Nabi dan Rasul, juga dari kalangan malaikat dan manusia, namun tetap saja yang hanya mengetahui hal ghaib hanya Allah Ta’ala saja, tanpa diberitahu oleh Allah, para Nabi dan malaikat juga tidak mengetahui sedikitpun perihal ghaib.

Selanjutnya, kita simak kisah-kisah yang sangat bagus sekali diperhatikan, kisah ini sangat indah dinuklkan dari firman Allah serta hadits-hadits Nabi yang shahih.

Kisah dalam surat Al-Baqarah ayat : 30-32. Saat Allah hendak menciptakan manusia di muka bumi maka ‘diprotes’ oleh malaikan. Lihatlah di akhir ayat 33, artinya : “…bukankah Aku katakan kepadamu, bahwa hanya Aku mengetahui yang ghaib di langit dan di bumi.

Kemudian kisah Nabi shalallahu ‘alahi wa sallam diperintah untuk mengatakan bahwa beliau tidak mengetahui perihal yang ghaib, apalagi manusia selain beliau. Perhatikan ayat yang berbunyi, “Katakan wahai Nabi, aku tidak memilki perbendaharaan-perbendahara Allah dan aku tidak mengetahui hal yang ghaib….” Dan masih banyak ayat-ayat yang menjelaskan dari perihal tersebut.

Di akhir hayat Rasulullah ketika haji wada’ mengatakan, “Seandainya aku mengetahui aku tidak membawa hadyu, maka aku akan umroh saja” (untuk melakukan haji tamattu’), ini menunjukkan bahwa beliau tidak mengetahui perihal yang ghaib.

Ayat dalam surat An-Nur yang menyucikan ibunda kita ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dari berita bohong. Di Shahih Bukhari, kisah Ibunda kita (Ummul Mukminin) ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha dituduh berzina, kemudian didatangi Rasulullah dan Rasulullah mengatakan kepada ‘Aisyah, “Wahai ‘Aisyah jika engkau melakukan apa yang dituding maka bertaubatlah, jika tidak maka Allah akan menurunkan ayat untuk menyucikanmu.” Ini menunjukkan bahwa Rasulullah tidak mengetahui hal yang ghaib.

Sehingga ‘Aisyah mengatakan, “Sesungguhnya diriku tidak pantas disucikan Allah, sehingga Allah menurunkan ayat dalam Al-Qur’an untuk membebaskanku dari tudingan itu, cukup saja Allah memberi tahu Rasul-Nya.”

Saat ayat tentang merdekanya ‘Aisyah dari tuduhan keji itu turun, maka Rasulullah sangat bergembira dan senang. Lihatlah, Rasulullah tidak mengetahui hal ghaib, hanya Allah yang mengetahui dan memberitahu kepada hambanya yang mulia Rasulullah.

Di dalam Al-Qur’an, ada ayat tentang tayamum. Dalam ayat ini Allah Ta’ala memudahkan hamba-hamba-Nya ketika tidak menjumpai air, bisa diganti dengan tayamum.

Turunnya ayat Tayamum ini memiliki kisah yang sangat penting kita ketahui. Kisah ini tertulis di dalam shahih Bukhari, dikisahkan tentang awalnya turun ayat tayamum tersebut. Pada suatu safar Rasulullah membawa ‘Aisyah, rombongan Rasulullah berhenti pada suatu tempat, ketika itu kalung ‘Aisyah hilang. Rasulullah bersama sahabat pun mencari namun tetap tidak menemukan kalung tersebut, hingga datangnya malam. Rasul kemudian memutuskan untuk bermalam di tempat itu, hingga mereka pun kehabisan bekal.

Lihatlah bagaimana Rasulullah sangat menyayangi istrinya, karena Rasul kita yang mulia telah mengatakan, sesungguhnya yang paling baik adalah orang yang baik kepada istrinya, dan akulah yang paling baik kepada istri-istriku.

Para sahabat tidak tenang malam itu dan meminta Abu Bakr untuk menemui ‘Aisyah mengatakan agar tidak berlama-lama, karena bekal air mereka telah habis. Abu Bakr mencoba menemui ‘Aisya di tendanya dijumpailah Rasulullah sedang berbaring di paha ‘Aisyah. Abu Bakr pun menyampaikan apa yang disarankan para sahabat tadi, namun ‘Aisyah tidak berkata satu pun tetap diam hingga Abu Bakr mencolek hingga masuk tulang rusuk putrinya tersebut, ‘Aisyah tetap berusaha tidak berbicara dan bergerak sedikitpun karena menghargai suaminya yakni Rasulullah yang tengah tertidur di pahanya.

Ketika pagi hari, mereka telah bertayamum dan shalat, saat onta ‘Aisyah tegak, ternyata kalung ‘Aisyah ada di bawah ontanya. Demikianlah Rasulullah tidak mengetahui hal ghaib, tidak mengetahui keberadaan kalung istrinya yang ternyata terhimpit perut onta.

Selanjutnya kisah Nabi Nuh ‘alahis salam dalam surat Hud ayat 31-47. Dalam ayat ini menunjukkan para Nabi dan Rasul tidak mengetahui hal yang ghaib. Kisah banjir yang menenggelamkan orang yang ingkar termasuk anaknya yang enggan dan diselamatkan orang yang beriman. Ayat 31 dan ayat 47, Nabi Nuh mengatakan ia tidak mengetahui hal yang ghaib.

Kisah Nabi Ibrahim ‘alayhissalam, “khalilurrahman”, ketika kedatangan tamu, para tamu itu adalah malaikat, Nabi Ibrahim tidak mengetahui bahwa tamunya itu malaikat, para malaikat tidak menyentuh jamuan dari Nabi Ibarahim ‘alayhissalam, lihat surat Hud ayat 68-70.

Kisah Nabi Luth ‘alayhissalam, yang kedatangan tamu yang tampan rupawan, tamu itu adalah malaikat yang berparas sempurna. Namun Nabi Luth tidak mengetahui hal tersebut sehingga sangat cemas, karena kaumnya akan mencelakakan tamu Nabi Luth dengan kelainan para umat Nabi Luth saat itu, yakni suka dengan sejenis (homoseks). Nabi Luth tidak mengetahui bahwa tamunya itu adalah malaikat, seandainya Nabi Luth mengetahui tentulah beliu tidak cemas. Lihat dalam surat Hud ayat 77.

Kisah Nabi Isa bin Maryam ‘alayhissalam, Nabi Isa mengakui bahwa ia tidak mengetahui hal yang ghaib, lihat surat Al-Maidah ayat 116-117. Di saat Allah menanyakan kepada Nabi Isa, apakah dia memerintahkan umatnya menuhankan Nabi Isa, dan dibantah oleh Nabi Isa.

Kisah Nabi Ya’kub ‘alayhissalam, beliau tidak mengetahui ketika ia kehilangan anaknya Nabi Yusuf ‘alayhissalam, beliau juga tidak mengetahui anaknya sudah menjadi pembesar di Mesir. Padahal jarak antara keduanya tidaklah begitu jauh, namun Nabi Ya’kub yang tidak mengetahui hal ghaib tidak mengetahui keberadaan putra yang dicintainya itu, sehingga Nabi Ya’kub sangat bersedih, menangis sepanjang hari hingga matanya memutih dan tidak bisa melihat.

Kisah Nabi Sulaiman ‘alayhissalam, yang terkenal menguasai alam jin. Nabi Sulaiman suatu hari mengumpulkan pasukannya dari semua kalangan termasuk para hewan, namun Nabi Sulaiman tidak melihat burung hud-hud dan menanyakan kemana burung tersebut. Nabi Sulaiman juga sudah mengatakan akan memberi hukuman kepada hud-hud karena tidak hadir dalam pertemuan itu, tidak lama setelahnya datanglah burung hud-hud mengabarkan bahwa dia baru saja melihat sebuah kerajaan yang dipimpin seorang wanita, namun mereka tidak menyembah Allah melainkan menyembah matahari. Mendengar kabar ini, Nabi Sulaiman mengatakan, akan mengkroscek berita itu. Lihatlah, Nabi Sulaiman tidak mengetahui hal ghaib, apakah kabar yang dibawa burung hud-hud benar atau berbohong. Lihat surat An-Naml ayat 17-27.

Demikian beberapa kisah yang disampaikan melalui Al Quran dan hadits, bahwa Nabi dan Rasul juga malaikat, juga tidak mengetahui hal ghaib, apalagi kita manusia biasa. Maka kita perlu mengimami ini dengan aqidah yang benar bahwa yang mengetahui hal yang ghaib hanya Allah Ta’ala saja.

Lihatlah aqidah-aqidah yang salah saat ini, sehingga sebagian manusia meyakini perkataan-perkataan dukun, tukang ramal, ahli nujum dan lainnya yang mengaku-ngaku mengetahui yang ghaib, sehingga mereka mengambil harta manusia dari cara mereka yang mengaku mengetahui hal ghaib tersebut.

Syari’at Islam melarang keras terhadap praktek perdukunan, sihir, guna-guna, ramalan dan perihal yang mengaku-ngaku mengetahui hal yang ghaib.

Allah memuji orang yang bertaqwa, di awal-awal surat Al-Baqarah ciri pertama orang yang bertaqwa adalah beriman dengan hal yang ghaib, mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk dan orang-orang yang beruntung. Semua ilmu ghaib kita cukupkan saja dengan firman Allah dan hadits-hadits Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam. Hati-hati, jangan sampai melewati batas tersebut, karena Allah Ta’ala berfirman, artinya: “Dan jangnlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggung jawabannya.”

Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam, dalam shalat malam beliau, do’a istiftah Nabi yaitu, “Ya Allah Yang Menciptakan langit dan bumi, Yang Mengetahui hal yang ghaib, dan seterusnya..”

Jika kita beriman dengan kokoh tentang hal ghaib tersebut, maka kita akan merasakan ketenangan dalam hidup, tidak akan percaya dan terpikir omongan orang-orang yang meramal.

Dikisahkan bahwa ada seorang penguasa pernah datang ke tukang ramal, si tukang ramal mengatakan bahwa penguasa ini berumur panjang dan akan luas kekuasaanya, ternyata sehari setelah diramal, si penguasa tersebut wafat.”

Materipun selesai disampaikan, dalam kesempatan itu dibuka sesi tanya jawab. Namun sebelumnya, moderator Ustadz Khalid Abdussomad LCmempersilahkan kepada Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman untuk menyampaikan sambutannya.

“Alhamdulillah kita bisa mengikuti dari pagi sampai saat ini kajian tabligh akbar dari Syeikh Abdurrazaq. Ini suatu luar biasa, selama ini kita hanya mendengar nama beliau dari tv atau radio, Alhamdulillah hari ini beliau hadir langsung dan memberi ceramah, kami dari provinsi Riau mengucapkan selamat datang,” kata Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dalam sambutannya usai materi kajian disampaikan.

Gubernur Riau didampingi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah termasuk dalam rombongan ini Plt Walikota Pekanbaru Edwar Sanger, berharap agar kajian tabligh akbar seperti ini dilaksanakan lagi di lain waktu di Masjid Agung An Nur provinsi Riau. Karena sebenarnya, sesuai jadwal sebenarnya tabligh akbar ini dilaksanakan di masjid provinsi, akan tetapi ada kesalahan teknis maka dilaksanakan di masjid Abu ad Darda’ Pekanbaru yabg dihadiri lebih dari sepuluh ribu jamaah dari seluruh penjuru nusantara.

“Kami berharap dilaksanakan di masjid raya Agung Annur, namun ada sesuatu masalah teknis maka diadakan di sini. Suatu saat nanti dilaksanakan di Agung Annur,” sebut gubernur.

Kepada masyarakat para jamaah, gubernur berpesan agar apa yang didapat dari kajian ini untuk dapat diamalkan, yakni kajian tentang ilmu ghaib, hanya Allah Subahanahu wata’ala yang mengetahui ilmu ghaib, dan manusia wajib mengimani itu, malaikat dan Nabi sekali pun tidak mengetahui hal ghaib kecuali atas wahyu dari Allah Subahanahu wata’ala.

“Pertemuan beliau dengan kita, kita serap apa yang disampaikan untuk hidup di dunia ini, itu yang paling penting, mudahan ceramah yang disampaikan bisa diterapkan dalam kehidupan kita. Terimakasih kami kepada Ustadz Maududi, berkat bantuan bapak kami yang gak ngerti bahasa Arab terbantu. Tidak mengurangi kepuasan kita hari ini, mari dengar dan amalkan, terimakasih kepada panitia,” tutup Gubernur.

Syeikh Abdurrazaq sebelum menjawab pertanyaan dalam sesi tanya jawab, mendoakan agar gubernur diberikan rahmad yang banyak atas kecintaannya kepada umat muslim, termasuk yang membantu beliau.

“Saya juga mencintai pemimpin, di sini kita sama, saling tolong menolong dalam ketaqwaan kepada Allah Subahanahu wata’ala,” sebut syeikh dalam bahasa Arab yang diterjemahkan Ustadz Maududi Abdullah LC.

Karena keterbatasan waktu, panitia menyepakati hanya menjawab 3 pertanyaan yang ditulis jamaah di kertas untuk dijawab syaikh.

Diantaranya pertanyaan tentang kabar umur umat Islam yang hanya 1500 tahun dan apakah Imam Mahdi sudah lahir. Karena isu ini sangat santer jadi perbincangan belakangan ini.

Menjawab ini, Syeikh Abdurrazaq menjelaskan janganlah kaum muslimin berbicara tentang sesuatu yang ghaib kecuali dengan dalil. Informasi mengenai usaia umat Islam sekitar 1500 tahun tidak ada keterangannya dari Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam.  Maka haram bicara seperti ini.

Syeikh mengungkapkan, informasi mengenai umur umat Islam hanya 1500 tahun termasuk masalah ghaib. Syeikh Abdurrazaq mengambil keterangan ketika Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam didatangi oleh Malaikat Jibril seraya bertanya, kapan datangnya hari kiamat? Rasullullah tidak menjawab tentang kapan datang hari kiamat, malahan kembali bertanya, apa yang disiapkan untuk hari kiamat.

Bahkan dijelaskan di dalam Al Qur’an juga bahwa informasi mengenai hal-hal yang ghaib hanya ada di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Allah menyatakan dengan tegas sebagaimana difirmankan oleh Allah:

يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا

“Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.” [Al-Ahzaab: 63]

Selajutnya, Syeikh Abdurrazaq mengambil keterangan yang lain yang menguatkan bahwa Rasulullah mengajarkan umatnya, bagaimana seharusnya mengimani dan menyikapi informasi hal-hal ghaib.

Pernah Nabi ditanya oleh umatnya mengenai kapan datangnya hari kiamat.  Rasulullah Shalallalhu ‘alaihi wasalam malah bali bertanya, “Apa yg sudah anda siapkan untuk menghadapi hari kiamat tersebut?”

Rasulullah memberikan nasihat, bahwa yang terpenting itu adalah menyiapkan diri untuk menghadapi hari kiamat, bukan sibuk mencari informasi kapan datanya hari kiamat.

Menanggapi pertanyaan mengenai apakah Imam Mahdi sudah lahir, Syeikh Abdurrazaq mengungkapkan bahwa, Imam Mahdi adalah sesuatu yang sangat nyata dan sangat pasti kehadirannya pada akhir zaman. Karena hal tersebut disebutkan dalam hadist-hadist yang shahih sebagai salah satu ciri-ciri datangnya hari kiamat.

“Tetapi tidak perlu kita berbicara panjang lebar mengenai apakah Imam Mahdi sudah lahir atau belum, atau kapan lahirnya. Ini sesuatu hal pembicaraan tanpa dalil, tanpa keterangan yang jelas dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.  Setiap muslim dilarang berbicara tentang ilmu ghaib tanpa ada dalil yang jelas,” saran Syeikh Abdurrazaq yang diterjemahkan Ustadz Maududi.

Kemudian pertanyaan mengenai seorang yang kehilangan kalung, kemudian mendatangi dukun dan bertanya, selanjutnya kalung itupun benar didapatkan setelah bertanya kepada dukun, maka syaikh menjelaskan, orang tersebut telah mengorbankan aqidahnya demi sebentuk kalung. Berapalah harga sebuah kalung namun dia telah mengorbankan aqidahnya yang merupakan dosa paling besar.

Kajian pun usai sekitar pukul 12.00 WIB, lebih kurang kajian berlangsung selama 3 jam, namun para jamaah yang sudah memadati masjid sejak shubuh, tampak semangatnya tidak ada yang pudar. Mereka tetap bersabar menunggu kajian dimulai. Bahkan, ada seorang bapak dari luar kota, jauh-jauh datang ke Kota Pekanbaru, tertidur dalam posisi jongkok sambil menggendong anaknya di pelataran masjid sembari menunggu kajian dimulai.

Pada Shubuh Ahad sebelum kajian, jamaah sebagiannya juga telah mengikuti dauroh singkat dari syaikh tentang fadillah ayat yang dibaca syaikh saat menjadi imam shalat Shubuh di Masjid Abu Darda’ saat itu.

Berikut biografi singkat Syaikh Prof DR Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr yang kami kutip dari fokusislam.com:

Nama Lengkap

Nama lengkap beliau Abdurrazaq bin Abdil Muhsin bin Hamd bin Abdil Muhsin bin Abdillah bin Hamd bin ‘Utsman Al Abbad Alu Badr.  Beliau lahir pada tanggal 22/11/1382 H di wilayah Zulfi, sebelah utara kota Riyadh.

Beliau tumbuh dan besar dalam asuhan ayah beliau sendiri yang juga merupakan ulama besar Arab Saudi di bidang hadits, Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad.

Selain itu, beliau juga berguru kepada beberapa ulama besar di Arab Saudi seperti Syaikh Abdullah bin Baz, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, dan juga Syaikh Ali Nashir Faqihi.

Adapun jenjang pendidikan resmi yang beliau lalui adalah S1 di Univ Madinah, S2 di Univ Madinah (Tesis : Juhudul Allamah Abdurrahman As-Sa’di Fi Taqriri Masail Aqidah), dan S3 di Univ Madinah (Disertasi : Ziyadatul Iman Wa Nuqshanihi Wa Hukmul Ististna  Fiih).

Kegiatan Sehari-hari

Beliau adalah salah satu pengajar dan guru besar bidang Aqidah di Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia. Beliau juga menjadi pengisi tetap pengajian di Masjid Nabawi, yang tidak sembarang ulama diizinkan mengajar di sana.

Selain itu, beliau juga terbilang aktif di dunia ulis menulis dan sudah cukup banyak kitab yang dihasilkannya, diantaranya :

  •     Fiqhul Ad’iya Wal Adzkar (4 Jilid)
  •     Juhudul Allamah Abdurrahman As-Sa’di Fi Taqriri Masail Aqidah
  •     Ziyadatul Iman Wa Nuqshanihi Wa Hukmul Ististna Fiih
  •     Al-Hajj Wa Tahdzibun Nufus
  •     Syarah Wasithiyyah
  •     Dirasah Li Atsaril Malik fil Istiwa
  •     Dll

Keseharian beliau tidak lepas dari kegiatan dakwah dan mengajar. Indonesia, juga menjadi salah satu tempat beliau menyampaikan ilmunya baik melalui perantara radio, Tabligh Akbar ataupun daurah-daurah khusus untuk para ustadz dan da’i.

(Sumber Datariau.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here